Minggu, 22 Maret 2015

Poly Ball Effect

OLY BALL EFFECT P

     Dari dua World Cup (Men's and Women's) yang sudah terlaksana, sepertinya penggunaan bola plastik cukup mempengaruhi permainan tenis meja, terutama dalam hal kecepatan. Seperti yang diungkapkan ITTF bahwa tujuan penggunaan bola plastik ini untuk memperlambat permainan, dan secara terselubung, gosipnya untuk mengurangi dominasi pemain China. Melihat partai-partai yang melibatkan pemain China pada kedua World Cup kemarin, memang terlihat pemain2 yang bertanding melawan pemain China mampu memberikan perlawanan yang memadai, saya menduga ini adalah salah satu efek dari penggunaan bola plastik tersebut. Hu Melek, Kasumi Ishikawa, Liu Jia, Georgina Pota sukses memberikan perlawanan sengit saat melawan Li Xiaoxia dan Ding Ning. 
    Begitu juga Tiago Apolonia, Quadri Aruna, Timo Boll mampu membuat Zhang Jike dan Ma Long pontang panting mengejar Bola. Catatan khusus untuk hasil mengejutkan dari Georgina Pota dan Quadri Aruna, dugaan saya mereka memiliki power yang cukup besar, sehingga mampu beradaptasi lebih baik dengan bola plastik ini yang lebih berat dari bola yang lama. Mohon ulasannya suhu suhu sekalian, mas Admin Tenis Meja, om Yuditia Novianto, suhu Dabeda Euy.

Tenis Meja Pencegah Alzheimer

TENIS MEJA PENCEGAH ALZHEIMER

Artikel Olah raga tenis meja atau ping-pong benar-benar dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer, hal ini diungkapkan Dr. Mehmet Oz dalam sebuah talk show TV terkenal "Dr. OZ Show", baru-baru ini. Menurut dia, permainan ini membutuhkan koordinasi tangan-mata, pengambilan keputusan yang cepat, dan gerakan mata yang cepat, permainan ini membutuhkan otak untuk melakukan analisa yang sangat cepat. Memprediksi dimana bola akan jatuh yang menuntut mental dan perhitungan konstan. "Ping-pong juga dapat meningkatkan fungsi kognitif dan fungsi motorik, selain juga olahraga yang cukup menyenangkan," ujar Dr. Mehmet Oz, MD dalam situs resminya doctoroz.com. Menyadari ada rahasia di balik ping-pong, di AS tumbuh klub-klub ping-pong lansia sebagai upaya terapi pada penderita alzheimer dan demensia (menurunnya daya ingat), hal itu karena manfaat ping- pong pernah diuji secara klinis di Jepang oleh Dr Teruaki Mori dan Dr Tomohiko Sato lewat studi "Efektivitas Intervensi Latihan pada Otak Penderita Penyakit: Memanfaatkan Tenis Meja sebagai Program Rehabilitasi". Studi tersebut menunjukkan "tenis meja" unik mengaktifkan sebanyak lima porsi otak yang terpisah secara bersamaan, sehingga menghasilkan peningkatan kesadaran dan peningkatan kognisi si pasien